Cintaku padamu, seperti pohon beringin.
Yang tidak pernah berhenti tumbuh,
Tumbuh membesar,
dan tidak akan mati.
Cintaku padamu, seperti udara.
Terus menghembuskan kesegaran,
Membuat kita tetap hidup didalamnya,
dan bertahan.
Cintaku padamu,
Seperti minyak yang jatuh ke tanah.
Seberapa banyak air yang menyiraminya,
Untuk memudarkannya,
Tetapi partikelnyapun tetap tertinggal,
Berbekas.
Tanpa jejak.
Cintaku padamu, seperti logam.
Ia tahan terhadap berbagai cuaca,
Namun ia akan meleleh,
Jika terkena panas api cintamu.
Cintaku padamu, tulus mengalir.
Seperti air dibumi,
Takkan berhenti hadir,
Melengkapi tiap sudut disanubari.
Kau datang secara tiba-tiba, tanpa mengetuk pintu hatiku. Kau berhasil masuk, menetap didalamnya, lalu menaburkan benih cintamu dihatiku. Kaupun meninggalkannya tumbuh, dengan cepat, menjadi besar. Lalu, kau meninggalkannya begitu saja, sampai mati.. bersamaku. Menyisihkan sejuta ukiran rasa, yang tak terselesaikan.. meninggalkanku tuk menyelesaikannya sendiri.
0 comments:
Post a Comment